This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, December 19, 2013

Segitiga Daya

   Segitiga daya merupakan segitiga yang menggambarkan hubungan matematika tipe-tipe daya yang berbeda, antara daya aktif atau real power (P), daya reaktif atau reactive power (Q), dan daya semu atau apparent power(S) berdasarkan prinsip trigonometri.

Friday, September 27, 2013

Komponen Sistem Proteksi

1. Peralatan Utama Sistem Proteksi 
Sistem proteksi pada sistem tenaga didukung oleh beberapa peralatan utama. Peralatan utama ini lah yang berfungsi langsung mengatasi gangguan dan mengisolasi bagian jaringan yang terganggu dari bagian lain yang masih dapat beroperasi dengan baik. Peralatan utama sistem proteksi ini terdiri atas: 

a. Instrumen Pengukuran 
Instrumen pengukuran adalah peralatan proteksi yang berfungsi melakukan pembacaan  besaran arus dan tegangan dan meneruskan informasi ini ke relai proteksi. Jika besaran  arus dan tegangan pada jaringan melewati setelan yang telah dipasang pada relai dimana menandakan terjadinya gangguan, maka relai atau circuit breaker akan segera memutus dan mengisolasi jaringan yang mengalami gangguan tersebut. Instrumen pengukuran ini dapat berupa trafo arus (current transformer / CT) dan trafo tegangan (voltage transformer / VT). 

b. Peralatan Pemutus Rangkaian 
Peralatan pemutus rangkaian adalah peralatan proteksi yang berfungsi mengisolasi jaringan yang mengalami gangguan. Relai proteksi, circuit breaker dan fuse termasuk dalam kategori ini. 

1.1. Instrumen Pengukuran 

a. Trafo Arus (CT) 
Trafo arus merupakan trafo yang dipergunakan untuk mentransformasikan arus atau menurunkan arus besar pada tegangan tinggi menjadi arus kecil pada tegangan rendah untuk keperluan pengukuran dan pengamanan.. Kumparan primernya dihubungkan secara seri dengan beban yang akan diukur atau dikendalikan. Beban inilah yang menentukan besarnya arus yang mengalir ke trafo tersebut. Kumparan sekundernya dibebani impedansi konstan dengan syarat tertentu. Fluks inti dan arus yang mengalir pada rangkaian sekunder akan tergantung pada arus primer. Trafo ini disebut juga dengan trafo seri. 
Trafo arus terdiri atas 2 tipe: 
1. Tipe wound primary 
2. Tipe bar primary 

Perbedaan kedua jenis tip ini dapat dilihat pada gambar beriikut:

Saturday, July 13, 2013

Typical Sistem Jaringan Transmisi/Distribusi

    Untuk menyalurkan listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban, terdapat beberapa type dasar rangkaian distribusi antara lain:
A.Jaringan Radial
B.Network System


A.Jaringan Radial


Jaringan Radial terdiri atas
1. Simple Radial System
2. Loop Primary Radial System
3. Banked Secondary Radial System
4. Primary Selective Radial System
5. Secondary Selective Radial System



1. Simple Radial System
    Jaringan ini sangat sederhana, hanya mempunyai satu feeder yang mensupply ke semua rangkaian beban, sehingga apabila feeder/ peralatan utama mengalami gangguan atau rusak/masa perawatan/perbaikan dan lain-lain, maka semua aliran akan terputus. System ini hanya sesuai untuk daerah industry yang kecil dimana kondisi operasi yang ada memungkinkan adanya pemutusan aliran listrik yang memberikan waktu cukup lama guna melaksanakan perawatan atau perbaikan. Ditinjau dari system yang ada, maka biaya investasinya relative murah dan lebih mudah untuk dikembangkan. Tetapi kejelekannya kehandalan dari jaringan rendah, sehingga kontinuitas pelayanan tenaga listrik tidak terjamin.


Friday, June 7, 2013

Overvoltage and Undervoltage Time-Lag Relay


   Assalamu'allaikum, kali ini saya sedikit berbagi teori dasar dehh tentang  Overvoltage and Undervoltage Time-Lag Relay, ini job yang saya praktikumkan di politeknik negeri samarinda, dan nanti akan kita bahas tentang kendalanya ya.. oke langsung saja.


   Rele tegangan lebih adalah rele yang bekerja untuk mendeteksi keadaan tegangan lebih. Apabila tegangan yang dikenakan kepada rele lebih besar dari nilai nominalnya (settingnya) dan berlangsung dalam waktu yang melampaui batas waktu tertentu (lebih besar dari setting waktunya), maka rele tegangan lebih akan beroperasi atau bekerja. Demikian juga halnya dengan rele tegangan kurang, yaitu bahwa rele akan beroperasi apabila tegangan yang dikenakkan kepadanya kurang dari nilai tertentu (sesuai settingnya) dan berlangsung melampaui batas waktu tertentu (setting waktunya) maka rele tegangan kurang akan beroperasi.